Senin, 23 Agustus 2021

Ragam bentuk profil baja ringan

Dewasa ini baja ringan menjadi pilihan favorit untuk keperluan konstruksi. Menurut Badan Standardisasi Nasional, bahan baku baja ringan terbuat dari :
1. Baja lembaran lapis seng
2. Baja lembaran lapis aluminium seng
3. Baja lembaran lapis aluminium-seng-magnesium ( Zinc-Aluminium-Magnesium Alloy)

Penggunaan baja ringan diantaranya untuk rangka atap, rangka dinding, dan rangka lantai yang memiliki tebal nominal antara 0,4mm s/d 1,10 mm

Adapun bentuk baja ringan ada 4 jenis :
1. Profil C ujung dengan lipatan dan ujung tanpa lipatan, Digunakan untuk rangka atap, dinding, dan lantai

(a)                                                    (b)

Baja Ringan Profil C Dengan Lipatan & Baja Ringan Profil C Tanpa Lipatan


2. Profil U, untuk rangka dinding



3. Profil Z, untuk rangka atap 



4. Profil topi, harus dengan lipatan, untuk rangka atap


Sumber lebih lengkap bisa Anda dapatkan pada : SNI 8399:2017 Profil rangka baja ringan
 

Minggu, 22 Agustus 2021

SKKNI Standard Pengelasan Tahun 2021

Meski sudah bukan hal baru, untuk Anda yang belum mengetahui mengenai perubahan standar nasional bidang pengelasan, Anda bisa mendownload SKKNI 27-2021 di bawah ini (beserta SKNNI 28-2018 sebagai lampiran) tentang Penetapan Standard Kompetensi Kerja Nasional Kategori Industri Pengolahan Golongan Pokok Industri Logam Dasar Bidang Jasa Pembuatan Barang - Barang Dari Logam Subbidang Pengelasan.

Download : SKKNI 27-2021 dan SKKNI 98-2018 Pengelasan

Semoga perubahan SKKNI ini dapat menjadi acuan dan penyeragaman dalam kinerja instansi terkait.





Pelapisan zinc katodik anti karat pada bekas Las (dengan metode kuas)

Jumat, 20 Agustus 2021

Perlindungan katodik terhadap BAHAYA KARAT

 



Sumber Gambar :
https://radarsurabaya.jawapos.com/read/2018/11/22/104831/dewan-temukan-konstruksi-baliho-ambruk-sudah-keropos


Benda logam memiliki daya tahan jangka panjang yang baik. Namun tetap saja logam memiliki sifat alami yang dapat bereaksi baik itu karena oksidasi, paparan oksigen atau paparan kimia lainnya sehingga tidak dapat terhindar dari karat.

Oleh karena karat berdampak merugikan terhadap aset benda, kinerja, lingkungan hingga keselamatan, maka kita telah mengenal teknologi coating zinc untuk pelapisan benda logam yang berfungsi untuk memberikan perlindungan katodik lebih lama atau perawatan/ perbaikan pada benda logam kita dari karat. Meliputi : Electro Galvanizing, Hot Dip Galvanizing, dan Cold Galvanizing.

Melalui Kementrian Perindustrian Republik Indonesia, pemerintah juga telah menerbitkan 
SNI ISO 12944-5-2012 dan SNI ISO 12944-6-2012 mengenai perlindungan korosi sesuai dengan tingkat korosifitasnya, apakah termasuk dalam kategori tingkat korosi sangat rendah, rendah, menengah hingga tingkat korosi sangat tinggi.

sumber artikel : 
https://kindpaint.com/

Kamis, 19 Agustus 2021

Benarkah galvanis dingin melindungi benda dari kebakaran?

Galvanis dingin yang telah kering sempurna setelah diaplikasikan, memang bersifat tidak menyebabkan dan atau menyebarkan api. Namun, perhatikan lagi beberapa hal berikut.

Ada anggapan yang kurang tepat mengenai fungsi galvanis dingin, khususnya dalam hal perlindungan benda logam terhadap api. Pelapisan galvanis dingin yang telah diterapkan pada besi, baja, atau benda logam lainnya tidak dapat kita jadikan sebagai tindakan akhir sesuai standard K3 kebakaran.

Sebagai contoh, dalam hal klasifikasi kebakaran menurut NFPA pada kelas D meliputi benda logam. Ada antisipasi dan penanganan yang harus dilakukan dari segi peralatan pemadam yang digunakan. Selain itu juga perlu diperhatikan mengenai pengendalian asap dan panas pada area kerja dan benda yang ada didalamnya.


Kesimpulan bahwa galvanis dingin dapat memberikan perlindungan terhadap kebakaran adalah tidak sesuai fungsinya.


Sumber :
https://damkar.paserkab.go.id/detailpost/penyebab-kebakaran-dan-klasifikasi-jenis-kebakaran
http://mat.fmipa.uny.ac.id/sites/mat.fmipa.uny.ac.id/files/download/Pedoman%20K3%20Kebakaran.pdf